Rabu, 05 Juni 2013

Waspada, Salah Pilih Bra Bikin Nyeri hingga Kanker Payudara

Sebagian besar perempuan memilih bra (kutang)hanya berdasarkan apa yang dilihat olehnya. Kalau terlihat mewah, ada rendanya, bersih, dan menggoda mata, pasti bra seperti itu akan dipilihanya, tanpa memikirkan ukuran yang pas untuk payudaranya. Sayang, banyak wanita yang tidak menyadari efek samping pada kesehatan payudaranya, ketika dia salah mengenakan bra.

Nyeri pada payudara adalah tanda umum untuk mengetahui apakah Anda salah mengenakan bra, Sebelum memberi bra, ada baiknya untuk Anda memeriksakan jenis dan ukuran bra yang pas untuk payudara Anda. Bra sendiri akan kehilangan elastisitasnya setelah beberapa kali dicuci. Hal ini dapat berakibat buruk bagi payudara wanita, setelah bra mengalami kelonggaran. Seperti dilansir Boldsky ada beberapa efek fatal yang dapat ditimbulkan ketika salah mengenakan bra.

1. Nyeri pada payudara
Ini adalah salah satu efek dari kesehatan yang paling umum, ketika seorang perempuan memakai ukuran bra yang salah. Bra ketat yang tidak nyaman ketika digunakan, dapat menyebabkan nyeri payudara.

2. Sakit punggung
Jika Anda memakai ukuran bra yang salah, maka bersiaplah Anda untuk menderita sakit punggung

3. Payudara kendur
Mengenakan ukuran bra yang salah, juga dapat merusak bentuk payudara dan ukurannya. Alih-alih mengangkat dan menjaga bentuk, bra dapat membuat payudara melorok, dan lebih berat.

4. Kelenjar getah bening
Mengenakan bra dengan ukuran cup yang kecil, dapat menyebabkan kegagaln kelenjar getah bening. Jadi, ada baiknya untuk memakai ukuran bra yang tepat.

5. Ukuran payudara tidak stabil
Jika Anda tidak memakai bra dengan ukuran yang pas, dan nyaman, maka ukuran payudara Anda akan mengalami kenaikan atau bahkan menurun.

6. Postur tubuh menjadi buruk
Mengenakan ukuran bra yang salah, ternyata dapat merusak postur tubuh Anda. Hal ini juga berakibat pada nyerinya punggung, bahu dan leher.

7. Kanker payudara
Salah satu efek samping dari memakai bra dengan ukuran yang salah adalah kanker payudara. Pasalnya, ketika Anda salah memilih ukurannya, aliran darah tak mengalir dengan baik, dan menyebabkan kanker payudara.

KAKI KRAM PADA SAAT HAMIL


22.36 Diposkan oleh Fadhillah gusitiani

Keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil adalah kaki kram, terkadang jari-jari tangan juga terasa kram. Apalagi pada saat merubah posisi dari duduk ke berdiri. Kaki kram saat hamil biasanya muncul pada trimester ke dua sampai akhir kehamilan. Keadaan ini diduga akibat betis harus menahan beban seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Daerah yang paling sering kram adalah otot betis di bawah dan belakang lutut. Nyeri kram dapat berlangsung beberapa detik hingga menit. Kram kaki bisa terjadi saat kita beristirahat, bahkan mungkin sedang tidur. 

Penyebab 
Kram dapat terjadi ketika otot yang sudah dalam posisi mengkerut dirangsang untuk kontraksi. Hal ini terjadi saat kita tidur dengan posisi dengkul setengah ditekuk, dan telapak kaki sedikit mengarah ke bawah. Pada posisi ini otot betis agak tertekuk dan mudah terkena kram. Itulah mengapa gerakan pelenturan sebelum tidur dapat mencegahnya. 

Bisa juga karena kaki kelelahan karena harus menopang beban yang bertambah saat kehamilan. Penyebab lainnya bisa karena kurangnya aliran darah yang mengalir ke bagian bawah tubuh akibat peningkatakan berat badan dan tekanan di daerah uterus. 

Timbulnya kram kaki terjadi akibat ketidakseimbangan kadar beberapa jenis mineral di dalam darah, yakni kalsium, potasium dan magnesium yang terlalu rendah, sementara kadar fosfor terlalu tinggi. Semua itu menyebabkan gangguan pada sistem saraf otot-otot tubuh. 

Pada beberapa kasus, kram mungkin terjadi karena masalah atau kondisi lainnya, misalnya: 
• Beberapa jenis obat dapat memberikan efek samping berupa kram. Golongan obat ini antara lain: diuretik, nifedipine, cimetidine, salbutamol, statins, terbutaline, lithium, clofibrate, penicillamine, phenothiazines, dan nicotinic acid. 
• Dehidrasi 
• Ketidakseimbangan zat garam dalam darah (misalnya, kadar kalsium atau potasium terlalu rendah) 
• Kehamilan, terutama pada trimester akhir 
• Kelenjar tiroid yang kurang aktif 
• Penyempitan arteri kaki yang menghambat sirkulasi 
• Gangguan saraf 
• Sirosis hati 

Atasi segera. 
Hilangkan segara rasa sakit dengan tindakan berikut (jika perlu minta bantuan orang lain). 
• Luruskan tumit dan kaki, lalu secara perlahan tekuk tumit dan jari-jari. 
• Pijat otot-otot kaki yang kram secara lembut dan perlahan. 
• Bila terkena kram kaki ketika duduk atau tidur, coba gerakkan jari-jari kaki ke arah atas. Bangun dari tempat tidur dan berdiri sebentar beberapa menit, sampai rasa sakit hilang. 

Pencegahan 
• Beritahu dokter bila kram kemungkinan disebabkan oleh konsumsi salah satu obat di atas. Dokter dapat memberikan obat alternatif. 
• Minum setidaknya enam gelas penuh setiap hari, termasuk satu gelas sebelum tidur. Juga perbanyak minum sebelum, selama dan setelah berolah raga. 
• Konsumsi makanan yang kaya kalsium, potasium dan magnesium. Makan satu atau dua buah pisang sehari sudah cukup memenuhi kebutuhan potasium Anda. 
• Hindari berdiri terlalu lama. 
• Hindari terhambatnya aliran darah ke kaki dengan tidak melipat kaki saat duduk. 
• Rajin berjalan kaki sebagai olahraga aman bagi ibu hamil. 
• senam hamil 
• Bila Anda sering mengalami kram saat tidur, lakukan gerakan pelemasan pada otot-otot betis sebelum tidur. Caranya adalah dengan berdiri sekitar 60-90 cm dari dinding, lalu condongkan badan ke arah dinding dengan telapak kaki tetap di tempat. Lakukanlah beberapa kali. Anda mungkin perlu beberapa hari melakukannya sampai efeknya terasa. 
• Tidurlah dengan posisi yang mencegah otot betis Anda tertekan tanpa disadari: 
o Gunakan bantal untuk menyangga telapak kaki saat Anda tidur telentang. 
o Bila Anda tidur tengkurap, posisikan telapak kaki menggantung di ujung kasur. 
o Usahakan selimut tetap longgar di bagian kaki agar jari-jari dan kaki telapak tidak menghadap ke bawah saat tidur. 
• Jika kram mereda, berikan penghangat pada betis dan bagian bawah kaki. 

sumber 
ayahbunda.co.id 
melindahospital.com 
catatandokter.com 
majalahkesehatan.com


0 komentar:

Poskan Komentar




BIDAN MASIH MENJADI FAVORIT MASYARAKAT


Di perkotaan, kesadaran ibu-ibu hamil untuk memilih jasa dokter kandungan dalam menangani persalinan mereka lebih tinggi ketimbang ibu-ibu yang tinggal di perdesaan. Kondisi itu terbilang wajar. Pasalnya, tingkat kesadaran perempuan yang tinggal di perkotaan terhadap kesehatan reproduksi jauh lebih tinggi ketimbang perempuan-perempuan di perdesaan.

Oleh karena itu, tidak heran apabila rumah sakit menjadi pilihan favorit ibu-ibu hamil di perkotaan dibandingkan dengan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Biaya persalinan di rumah sakit yang jauh lebih tinggi ketimbang di puskesmas tampaknya tidak memengaruhi ibu-ibu di perkotaan untuk tetap memilih melahirkan di rumah sakit.

Bagi mereka, keselamatan ibu dan bayi menjadi faktor yang harus dikedepankan. Sang suami juga kerap mengambil peran dalam pengambilan keputusan tersebut. Siti, 29 tahun, warga lagakarsa, Jakarta Selatan, termasuk salah seorang yang memilih menggunakan jasa dokter kandungan. Ketika menjalani proses persalinan anak pertamanya pada 2007, Siti memercayakannya pada dokter kandungan meski di sekitar tempat tinggalnya ada dukun beranak. "Saya tidak mau mengambil risiko," ujarnya beralasan.

Selain dokter kandungan, ibu-ibu di perkotaan masih memercayakan persalinan mereka pada bidan. Berdasarkan data, proses persalinan di perkotaan yang menggunakan jasa bidan mencapai 61,8 persen, dukun beranak 19,9 persen, dokter umum 3,6 persen, dan dokter spesialis kandungan mencapai 13,6 persen. Di perdesaan, sekitar 49,7 persen persalinan ditangani oleh bidan, sementara 41,6 persen ditangani dukun beranak. Adapun persalinan yang menggunakan jasa dokter umum hanya 0,9 persen dan dokter spesialis kandungan sekitar 4,6 persen.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa bidan merupakan tenaga medis yang paling banyak dipilih para ibu untuk membantu proses persalinan. Sayangnya, perbandingan antara kebutuhan dan jumlah bidan yang tersedia belum seimbang.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menyebutkan jumlah bidan yang ada di Indonesia saat ini mencapai sekitar 104 ribu orang. Padahal, kebutuhan bidan mencapai lebih dari 200 ribu orang. Bidan Weni Andriani, 34 tahun, yang bertugas di Puskesmas Tungge-lan, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengatakan masyarakat yang tinggal di perdesaan memang banyak yang memilih bidan dibandingkan dokter untuk membantu proses persalinan.

"Alasannya karena biaya jasa bidan lebih murah dan ada kedekatan emosional," kata Weni. Weni menuturkan dia juga kerap memberikan konseling kepada ibu-ibu hamil pasca kelahiran. Dari perbincangan itulah, kata Weni, terjalin ikatan emosional antara bidan dan ibu serta keluarganya. Lain halnya jika ibu pergi ke dokter. Seusai melahirkan, biasanya tidak ada. lagi konseling atau perbincangan antara ibu dan dokter. Alhasil, ikatan emosional pun tidak dirasakan oleh pasien seusai bersalin.

Mengenai biaya, Weni mengatakan, biaya persalinan dengan menggunakan jasa bidan bervariasi di tiap-tiap daerah dan bergantung pada kondisi perekonomian keluarga ibu yang melahirkan. Biasanya tarif yang dibebankan mencapai 100 sampai 300 ribu rupiah. Longgarnya biaya persalinan itu menjadi salah satu hal yang mendorong masyarakat untuk menggunakan jasa bidan dalam membantu persalinan.

Tidak hanya itu, sering terjadi pula pembayaran jasa bidan itu tidak menggunakan uang, melainkan dengan benda-benda lain, semisal kain, sarung, atau hewan ternak. Di Sumba Barat, misalnya, berdasarkan penelitian WRI, warga kerap membayar jasa bidan dengan cara barter barang.

http://bataviase.co.id/node/157088

LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM KEBIDANAN PADA MASA LAMPAU


Pada awal-awal periode modern, kebidanan mulai berubah, dari profesi yang dilakukan perempuan beralih ke pekerjaan laki-laki. Pergeseran tersebut tidak berjalan mulus. Ini dimulai ketika Dr. Wertt of Hamburg berpakaian seperti perempuan untuk mengamati bidan dan belajar tentang proses persalinan. Ketika Dr. Wertt of Hamburg diketahui ternyata laki-laki, ia dibakar hidup-hidup.

Pertengahan abad ke-16, para ahli bedah yang didominasi laki-laki lebih solid di ruang bersalin. Mereka membantu persalinan dengan cara menarik bayi keluar dari rahim pada proses persalinan yang sulit. Faktor yang memberikan kontribusi dalam pergeseran peran gender adalah Louis XIV, yang menggunakan bidan laki-laki untuk melahirkan anak tidak sahnya dan sejak saat itu bidan laki-laki menjadi populer.

Ledakan penduduk yang cepat di eropa mendorong terjadinya perubahan sosial. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya ilmu pengetahuan tentang reproduksi dan anatomi di universitas-universitas, pertolongan persalinan dimedikalisasi dan menjadi domain laki-laki.

Ada tiga perbedaan yang dikenal antara bidan laki-laki dan perempuan. Pertama, laki-laki menguasai atas alat-alat medis dan perempuan tidak diijinkan untuk memilikinya. Kedua, laki-laki lebih memiliki pendidikan formal di universitas, dan belajar tentang membedah mayat, studi kasus dan teori-teori klasik. Di lain pihak perempuan hanya belajar dari pengalaman-pengalaman. Ketiga, bidan laki-laki dan perempuan memandang pasien secara berbeda. Yang mana bidan perempuan lebih mengembangkan hubungan antar individu dengan sifat keibuannya, sementara bidan laki-laki lebih menekankan dari sisi medisnya.

Meskipun bidan laki-laki mendapatkan popularitas, penerimaan adanya bidan laki-laki tidak sepenuhnya disepakati. Banyak orang percaya bahwa laki-laki tidak seharusnya berada di ruang persalinan, karena laki-laki tidak mengalami secara langsung proses persalinan, sehingga mereka tidak ahli di bidang itu. Beberapa kritikus bahkan mengutip Alkitab yang menyatakan tidak ada laki-laki dalam proses persalinan yang tercatat, kritik lain menganggap bidan laki-laki mengganggu wilayah domestik pria.

Proses persalinan yang tidak dihadiri oleh suami atau ayah bayi, keberadaan bidan laki-laki dianggap tidak patut, dan rentannya perilaku yang tidak patut dilakukan oleh bidan laki-laki atas tubuh perempuan, selain itu issu kesopanan sehingga banyak suami melarang bidan laki-laki untuk datang ke rumah mereka.. Sementara itu isu-isu gender diperdebatkan, begitu pula kecurigaan pemakaian alat-alat dalam ruang persalinan, kadang-kadang bidan laki-laki menggunakan alat yang tidak diperlukan pada persalinan normal sehingga menimbulkan risiko tambahan. .

by;febrina ok/bidanshop 

Sumber 
Image: Fores, Samuel William. “A Man-Mid-Wife.” From Man-Midwifery Dissected. London, 1793. (Wellcome Library, London)
(1) Schnorrenberg. “Is Childbirth Any Place for a Woman? The Decline of Midwifery in Eighteenth-Century England.” Studies in Eighteenth Century Culture (10) 1981: 393.
(2)Fife, Ernelle. “Gender and Professionalism in Eighteenth-Century Culture.” Women’s Writing (11:2) 2004: 185-200.
 (3)Blunt, John. “Man-Midwifery Dissected: or, The Obstetric Family Instructor.” 1793.
(4) Stone, Sarah. “A Complete Practice of Midwifery.” 1737. 
http://www.wondersandmarvels.com/2008/12/men-and-women-in-midwifery.html

TANDA TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN


Tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda gejala yang menunjukkan ibu atau bayi yang dikandungnnya dalam keadaan bahaya. Bila ada tanda bahaya, biasanya ibu perlu mendapat pertolongan segera di rumah sakit (hospital emergency).

Kebanyakan kehamilan berakhir dengan persalinan dan masa nifas yang normal. Namun 15 sampai 20 diantara 100 ibu hamil mengalami gangguan pada kehamilan, persalinan atau nifas.

Gangguan tersebut dapat terjadi secara mendadak, dan biasanya tidak dapat diperkirakan sebelumnya (unpredictable disruption). Karena itu, tiap ibu hamil, keluarga dan masyarakat perlu mengetahui dan mengenali tanda bahaya. Tujuannya, agar dapat segera mencari pertolongan ke bidan, dokter, atau langsung ke rumah sakit, untuk menyelamatkan jiwa ibu dan bayi yang dikandungnya.

Ada 10 tanda bahaya yang perlu dikenali yaitu :

Ibu tidak mau makan dan muntah terus

Kebanyakan ibu hamil dengan umur kehamilan 1-3 bulan sering merasa mual dan kadang-kadang muntah. Keadaan ini normal dan akan hilang dengan sendirinya pada kehamilan lebih dari 3 bulan.



Tetapi, bila ibu tetap tidak mau makan, muntah terus menerus sampai ibu lemah dan tak dapat bangun, keadaan ini berbahaya bagi keadan janin dan kesehatan.

Berat badan ibu hamil tidak naik

Selama kehamilan berat badan ibu naik sekitar 9-12 kg, karena adanya pertumbuhan janin dan bertambahnya jaringan tubuh ibu akibat kehamilan (pregnancy cause). Kenaikan berat badan itu biasanya terlihat nyata sejak kehamilan berumur 4 bulan sampai menjelang persalinan.

Bila berat badan ibu tidak naik pada akhir bulan keempat atau kurang dari 45 kg pada akhir bulan keenam (end of second trismester), pertumbuhan janin mungking terganggu. Kehidupan janin mungking terancam. Ibu mungkin kekurangan gizi. Mungkin juga ibu mempunyai penyakit lain, seperti batuk menahun, malaria, dll yang segera perlu diobati.

Perdarahan (bleeding)

Perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan, persalinan dan nifas sering merupakan tanda bahaya yang dapat berakibat kematian ibu dan atau janin.

Perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan sebelum 3 bulan dapat disebabkan oleh keguguran atau keguguran yang mengancam. Ibu harus segera meminta pertolongan bidan atau dokter. Janin mungkin masih dapat diselamatkan. Bila janin tak dapat diselamatkan, ibu perlu mendapat pertolongan agar kesehatannya terjaga

Perdarahan melalui jalan lahir disertai nyeri perut bawah yang hebat, pada ibu yang terlambat haid 1-2 bulan, merupakan keadaan sangat berbahaya. Kehidupan ibu terancam, ia harus langsung di bawa ke rumah sakit untuk diselamatkan jiwanya.

Perdarahan kehamilan 7-9 bulan, meskipun hanya sedikit, merupakan ancaman bagi ibu dan janin. Ibu perlu segera mendapat pertolongan di rumah sakit.

Perdarahan yang banyak, segera atau dalam 1 jam setelah melahirkan, sangat berbahaya dan merupakan penyebab kematian ibu paling sering. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 2 jam. Ibu perlu segera ditolong untuk penyelamatan jiwanya.

Perdarahan pada masa nifas (dalam 42 hari setelah melahirkan) yang berlangsung terus menerus, disertai bau tak sedap dan demam, juga merupakan tanda bahaya. Ibu harus segera di bawa ke rumah sakit.

Bengkak tangan/wajah, pusing, dan dapat diikuti kejang

Sedikit bengkak pada kaki atau tungkai bawah pada umur kehamilan 6 bulan ke atas mungkin masih normal. Tetapi , sedikit bengkak pada tangan atau wajah, apa lagi bila disertai tekanan darah tinggi dan sakit kepala (pusing), sangat berbahaya. Bila keadaan ini dibiarkan maka ibu dapat mengalami kejang-kejang. Keadaan ini disebut keracunan kehamilan atau eklamsi.

Keadaan ini sering menyebabkan kematian ibu serta janin. Bila ditemukan satu atau lebih gejala tersebut, ibu harus segera meminta pertolongan kepada bidan terdekat untuk di bawa ke rumah sakit

Gerakan janin berkurang atau tidak ada

pada keadaan normal, gerakan janin dapat dirasakan ibu pertama kali pada umur kehamilan 4-5 bulan. Sejak saat itu, gerakan janin sering dirasakan ibu.

Janin yang sehat bergerak secara teratur. Bila gerakan janin berkurang, melemah atau tidak bergerak sama sekali dalam 12 jam, kehidupan bayi mungkin terancam. Ibu perlu segera mencari pertolongan.

Kelainan letak janin

Pada keadaan normal, kepala janin berada di bagian bawah rahim ibu dan menghadap ke arah punggung ibu. Menjelang persalinan, kepala bayi turun dan masuk ke rongga panggul ibu.

Kadang-kadang letak bayi tidak normal sampai umur kehamilan 9 bulan. Pada keadaan ini, ibu harus melahirkan di rumah sakit, agar ibu dan bayi dapat diselamatkan. Persalinan mungkin mengalami gangguan atau memerlukan tindakan. Anjurkan ibu/keluarganya untuk menabung.

Kelainan letak janin antara lain :

Letak sungsang : kepala janin di bagian atas rahin

Letak lintang: letak janin melintang di dalam rahim

Kalau menjelang persalinan terlihat bagian tubuh bayi di jalan lahir, misalnya tangan, kaki atau tali pusat, maka ibu perlu segera di bawa ke rumah sakit

Ketuban pecah sebelum waktunya (KPSW)

Biasanya ketuban pecah menjelang persalinan, setelah ada tanda awal persalinan seperti mulas dan keluarnya lendir, bercampur sedikit darah. Cairan ketuban biasanya berwarna jenih kekuningan.

Bila ketuban telah pecah dan cairan ketuban keluar sebelum ibu mengalami tanda-tanda persalinan, janin dan ibu akan mudah terinfeksi. Hal ini berbahaya bagi ibu maupun janin. Ibu perlu segera mendapat pertolongan bidan terdekat untuk di bawa ke rumah sakit.

Persalinan lama

Persalinan berlangsung sejak ibu mulai merasa mulas sampai kelahiran bayi. Persalinan tersebut biasanya berlangsung kurang dari 12 jam. Ibu yang melahirkan anak kedua dan selanjutnya biasaya lebih cepat dari ibu yang melahirkan anak pertama.

Bila bayi belum lahir lebih dari 12 jam sejak mulainya mulas, maka persalinan tersebut terlalu lama. Perlu dilakukan tindakan. Ibu perlu mendapat pertolongan di rumah sakit untuk menyelamakan janin dan mencegah terjadinya perdarahan atau infeksi pada ibu.

Penyakit ibu yang berpengaruh terhadap kehamilan

Kesehatan dan pertumbuhan janin dipengaruhi oleh kesehatan ibu. Bila ibu mempunyai penyakit yang berlangsung lama atau merugikan kehamilannya, maka kesehatan dan kehidupan janinpun terancam

Beberapa penyakit yang merugikan kehamilan antara lain:

Penyakit jantung : gejalanya ibu sering berdebar, mudah sesak nafas bila melakukan kegiatan ringan sehari-hari

Kurang darah (anemia) berat : gejalanya pucat, lesu, lemah, pusing dan sering sakit.

Tbc : gejalanya batuk tidak sembuh-sembuh, nafsu makan kurang, berat badan turun, berkeringat pada malam hari.

Malaria : gejalanya demam menggigil secara berkala, lemah, pucat

Infeksi pada saluran kelamin : gejalanya tidak selalu nyata, misalnya keputihan, luka atau nyeri pada alat kelamin

Ibu dengan keadaan tersebut harus diperikasa dan mendapat pengobatan secara teratur oleh dokter. Anjurkan ibu dan keluarganya menabung untuk persiapan persalinannya nanti

Demam tinggi pada masa nifas

Ibu yang pada masa nifas (selama 42 hari sesudah melahirkan ) mengalami demam tinggi lebih dari 2 hari, dan disertai keluarnya cairan (dari lubang rahim) yang berbau, mungkin mengalami infeksi jalan lahir. Pada keadaan ini cairan liang rahim tetap berdarah. Keadaan ini mengancam jiwa ibu

MENGAPA IBU HAMIL SELALU BERKERINGAT


07.49 Diposkan oleh Fadhillah gustiani

Pernah tidak ibu hamil mengalami kepanasan dan keringatan yang berlebihan pada saat hamil terutama pada malam hari?, jawabannya pasti kompak pernah yaaa...

Keadaan ini sering mengganggu dan membuat tidak nyaman, dalam sehari ibu hamil bisa mandi lebih dari dua kali untuk mengatasi rasa panas dan keringat yang berlebih tadi. Ternyata rasa panas dan keringat berlebih adalah lumrah dan biasa terjadi pada saat hamil. 

Berkeringat merupakan reaksi alamiah untuk mendinginkan tubuh, karena pada saat hamil umumnya ibu merasa hangat. Keadaan terburuk yang terjadi adalah seringnya ibu hamil terbangun di malam hari, dan mendapati bajunya basah karena keringat, bahkan sprei dan bantal turut basah, yang dikenal dengan istilah medis “nocturnal hyperhydrosis”. Keringat-keringat ini muncul dari berbagia kelenjar keringat di dalam tubuh. 

Tapi ibu tidak perlu khawatir, belum ada bukti yang menyatakan berkeringat di malam hari itu membahayakan. 

Beberapa penyebab ibu hamil keringat berlebih: 
1. Terdapat peningkatan aliran darah ke dalam kulit. Sehingga perempuan hamil merasa lebih hangat dari biasanya dan merangsang kelenjar keringat untuk mendinginkan tubuh. 
2. Meningkatnya hormon progesteron yang membuat sebagian besar kapiler (pembuluh darah kecil) di kulit menjadi lebih terbuka, sehingga ibu hamil merasa hangat dan memicu tubuh berkeringat. 
3. Pertumbuhan bayi dalam rahim yang meningkat secara cepat, dan semakin tuanya kehamilan menyebabkan ibu hamil merasa sesak napas atau gerah. 

Cara mengatasinya: 
1. Konsumsi cairan yang cukup, bukan hanya air putih, tapi juga jus buah yang mengandung banyak vitamin dan mineral karena keringat yang berlebihan menghilangkan banyak garam dan zat-zat penting di dalam tubuh. 
2. Gunakan pakaian yang longgar dan dapat menyerap keringat. Kain Sprei dan sarung bantal juga upayakan yang menyerap keringat. 
3. Jangan berada di ruangan pengap. Lebih baik berada di ruangan atau daerah yang mempunyai sirkulasi udara yang baik. 
4. Jangan panik, nikmati perubahan reaksi tubuh saat kehamilan sebagai anugerah Tuhan. 

0 komentar:

Poskan Komentar




APAITU 14 T PADA PEMERIKSAAN KEHAMILAN...??


Pelayanan Antenatal care
Sesuai kebijakan program pelayanan asuhan antenatal harus sesuai standar yaitu “14 T”, meliputi :
1) Timbang berat badan (T1)
Ukur berat badan dalam kilo gram tiap kali kunjungan. Kenaikan berat badan normal pada waktu hamil 0,5 kg per minggu mulai trimester kedua.
2) Ukur tekanan darah (T2)
Tekanan darah yang normal 110/80 – 140/90 mmHg, bila melebihi dari 140/90 mmHg perlu diwaspadai adanya preeklamsi.
3) Ukur tinggi fundus uteri (T3)
4) Pemberian tablet Fe sebanyak 90 tablet selama kehamilan (T4)
5) Pemberian imunisasi TT (T5)
6) Pemeriksaan Hb (T6)
7) Pemeriksaan VDRL (T7)
 Perawatan payudara, senam payudara dan pijat tekan payudara (T8)
9) Pemeliharaan tingkat kebugaran / senam ibu hamil (T9)
10) Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan (T10)
11) Pemeriksaan protein urine atas indikasi (T11)
12) Pemeriksaan reduksi urine atas indikasi (T12)
13) Pemberian terapi kapsul yodium untuk daerah endemis gondok (T13)
14) Pemberian terapi anti malaria untuk daerah endemis malaria (T14)
Apabila suatu daerah tidak bisa melaksanakan 14T sesuai kebijakan dapat dilakukan standar minimal pelayanan ANC yaitu 7 T (Prawiroharjo, 2002: 88).

  • Pelayanan / asuhan antenatal ini hanya dapat diberikan oleh tenaga kesehatan profesional dan tidak diberikan oleh dukun bayi (Prawiroharjo, 2002:90-91).

APA ITU YANG DI MAKSUD DENGAN BIDAN???

Arti Bidan

Bidan dalam bahasa Inggris berasal dari kata MIDWIFE yang artinya Pendamping wanita, sedangkan dalam bahasa Sanksekerta “Wirdhan” yang artinya : Wanita Bijaksana. Bidan merupakan profesi yang diakui secara nasional maupun internasional dengan sejumlah praktisi di seluruh dunia.

Pengertian bidan adalah : Seseorang yang telah menyelesaikan program Pendidikan Bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk menjalankan praktik kebidanan di negeri itu.

Bidan Indonesia adalah: seorang perempuan yang lulus dari pendidikan Bidan yang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara Republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.


Berbagai Defenisi Bidan

1.Bidan dalam bahasa Inggris berasal dari kata MIDWIFE yang artinya Pendamping wanita, sedangkan dalam bahasa Sanksekerta “Wirdhan” yang artinya : Wanita Bijaksana.

2.Bidan merupakan profesi yang diakui secara nasional maupun internasional dengan sejumlah praktisi di seluruh dunia. Pengertian bidan dan bidang praktiknya secara internasional telah diakui oleh Internasional Confederation of Midwives ( ICM ) tahun 1972 dan Internasional Federation of International Gynaecologist and Obstetritian ( FIGO ) tahun 1973, WHO dan badan lainnya. Pada tahun 1990 pada pertemuan dewan di Kobe, ICM menyempurnakan definisi tersebut yang kemudian disahkan oleh FIGO ( 1991 ) dan WHO (1992).

3. Definition of Midwife
She is a person who, in partnership with women, is able to give the necessary support, evidence-based information and care during pregnancy, labour and postpartum period, to facilitate births in a one and one situation on her own responsibility and to provide care for the new-born and the infant. This care includes the promotion of well-being, the detection of complication in mother and child, the accessing of appropriate skilled assistence and the carrying out of emergency measures. She has important task in health counselling and education, not only for the women, but also with the family and in the public sphere. The work should involve antenatal education and preparation of parenthood and extends to areas of woman’s reproductive heal,family planning and childcare.

She may practice in any setting including the home, the community, birth centers, clinics, hospitals or in any other service.

4.Pengertian bidan adalah :
Seseorang yang telah menyelesaikan program Pendidikan Bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk menjalankan praktik kebidanan di negeri itu. Dia harus mampu memberikan supervisi, asuhan dan memberikan nasehat yang dibutuhkan kepada wanita selama masa hamil, persalinan dan masa pasca persalinan ( post partum period ), memimpin persalinan atas tanggung jawanya sendiri serta asuhan pada bayi baru lahir dan anak. Asuhan ini termasuk tindakan preventif, pendeteksian kondisi abnormal pada ibu dan bayi, dan mengupayakan bantuan medis serta melakukan tindakan pertolongan gawat darurat pada saat tidak hadirnya tenaga medik lainnya. Dia mempunyai tugas penting dalam konsultasi dan pendidikan kesehatan, tidak hanya untuk wanita tersebut, tetapi juga termasuk keluarga dan komunitasnya. Pekerjaan itu termasuk pendidikan antenatal, dan persiapan untuk menjadi orang tua, dan meluas ke daerah tertentu dari ginekologi, keluarga berencana dan asuhan anak. Dia bisa berpraktik di rumah sakit, klinik, unit kesehatan, rumah perawatan atau tempat-tempat lainnya.

5.Pengertian Bidan Indonesia :
Dengan memperhatikan aspek sosial budaya dan kondisi masyarakat Indonesia, maka Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menetapkan bahwa bidan Indonesia adalah: seorang perempuan yang lulus dari pendidikan Bidan yang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara Republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.

Bidan diakui sebagai tenaga professional yang bertanggung-jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan.

Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak.

Bidan dapat praktik diberbagai tatanan pelayanan, termasuk di rumah, masyarakat, Rumah Sakit, klinik atau unit kesehatan lainnya.